Senin, 20 Januari 2014

[renungan] Kisah Seorang Pelacur Tuna Rungu Yang Cantik..



[renungan] Kisah Seorang Pelacur Tuna Rungu Yang Cantik.. [ www.BlogApaAja.com ]

Tulisan ini, bukan bermaksud untuk pornografi dan pornoaksi. Tetapihendaklah dilihat secara obyektif.

Tulisan ini seyogianya bisa dijadikan bahan renungan, bahwa betapa mirisdan runtuhnya sendi-sendi kehidupan (moral) bangsa ini. Bagaimana tidak, Anti(nama samaran) seorang wanita muda berkulit putih bersih yang cantik, yanglebih memilukan lagi dia tuna rungu, terpaksa melacur karena tidak adapekerjaan lain.

Kematian neneknya amat memukul batinnya



Cerita ini dibuat berdasarkan wawancara dengannya, berawal daripertemuan di halte sebuah jembatan penyeberangan busway di Jalan JenderalSudirman, Jakarta Pusat tempat dia mangkal di suatu malam pada 4 Juni 2012.

Cerita mengenai kehidupannya didapat dengan berpura-pura"check-in" di sebuah hotel kecil di kawasan Menteng. Dan iamembeberkan kisahnya melalui media ponsel.

Anti saat ini berumur 22 tahun. Dia adalah anak seorang saudagarkelontong di sebuah kota di Pantura Jawa Barat. Secara ekonomi sebenarnya diatidak berkekurangan karena orang tuanya kaya. Namun karena dia terlahir sebagaituna rungu, dia sejak kecil hingga berusia 18 tahun dititipkan kepada neneknya.Walaupun dia tuna rungu, dia bisa mengecap pendidikan SMA di sekolah umum danlulus dengan nilai yang memuaskan beberapa tahun lalu dan sempat mengenyamkuliah di perguruan tinggi swasta ternama di kota B.

Selalu berhasil berdalih terhadap orang tuanya



Lalu mengapa ia sampai menjadi perempuan malam yang menjajakan dirinya?Semuanya karena salah pacarnya yang menghamili dia dan tidak bertanggung jawab.sebagai anak seorang saudagar kaya, tuna rungu pula hal ini adalah aib yangamat berat apabila diketahui oleh keluarga dan orang sekampung. Oleh karena itudia tidak melaporkan kasus ini ke Polisi. Hanya neneknya saja yang tahu.

Gara-gara hamil diluar nikah, kuliahnya terpaksa drop out karena malu.Dan dalam kesunyian hidupnya, dia hanya mengandalkan uang kiriman dari orangtuanya dan selalu berdalih sibuk bekerja dan magang di Jakarta apabila orangtuanya menanyakan mengapa dia tidak pulang.

Ia melahirkan bayinya di sebuah Rumah Sakit Ibu dan Anak dengan ditemanineneknya. Namun seminggu setelah kelahiran bayinya, neneknya meninggal dunia.Kematian neneknya amat memukul batinnya. Ia bagai kehilangan pegangan dantempat berlindung. Hidupnya benar-benar seperti simalakama. Mau pulang diamalu. selain takut ditanya ini-itu, dia pun merasa tidak tega meninggalkanbayinya.

Hingga saat ini, apabila keluarganya menanyakan kabarnya dia selalumenjawab "baik-baik saja". Rahasianya saat ini belum terbongkarkarena ia pernah berdalih kepada orang tuanya bahwa sebelum lulus dia sudahditawari pekerjaan di sebuah kantor di Jakarta jadi karena sudah enak danterjamin dia tidak melanjutkan kuliahnya. Sebuah alasan yang cerdik.

Saat ini, anaknya sudah berusia 4 tahun. Ia menunjukkan foto anaknyayang dia simpan di dompetnya. Seorang anak perempuan yang manis. Orang tuanyatidak pernah bertemu dengan "cucunya", karena ia selalu sukses"mengungsikan" anaknya bersama babysitternya apabila orangtuanyadatang berkunjung.

Sebenarnya, saat ini seharusnya dia tidak melakukan pekerjaan"kotor" ini karena dia sedang menjalin hubungan dengan seoranglaki-laki asal Hongkong yang dikenalnya di sebuah tempat hiburan malam. Namunkarena kekasihnya ini tidak rutin mengirimkan uang (setiap kali kirim sebesarUS$ 700 per bulan) maka dia terpaksa bekerja begini.

Saat ditanyakan kenapa tidak belerja di kafe atau bar saja? Jawabnya,"Tidak bisa, sering ada razia dan teman-teman iri kepada saya (karena sayacantik". Ya, Anti memang cantik walau penampilannya sederhana. "Sayatidak suka tampil berlebihan, mas. Saya lebih suka sederhana". Benarsekali menurut saya. Bagi saya perempuan yang penampilannya sederhana tanpapolesan sana-sini justru malah terlihat aura kecantikan aslinya.

Mengenai pernikahan dia tidak tahu bagaimana nantinya, "Kagak tahu.Jalani saja apa adanya karena saya trauma dengan (komitmen) laki-laki".Dan laki-laki Hongkong yang menjadi pacarnya ini, dia mengaku tidak bisamemegang komitmen laki-laki tersebut. "Kalau mas bilang saya matre,terserah mas. Yang penting saya tidak pernah meminta uang ke dia".

Ingin berhenti sebelum berumur 25 tahun



Tidak terasa sejam berlalu, "Mas waktunya sudah habis". Yabenar sekali. Sudah satu jam! Dia bersedia untuk difoto asalkan identitasnyadisamarkan. "Yakin mas tidak mau main?". Saya jawab tidak usah karenasaya bukan laki-laki hidung belang. Dia berterima kasih seraya mengatakan bahwasaya ini adalah satu-satunya tamu yang sopan dan amat menghargai dirinya. Dandia pun mengembalikan "tarifnya" yang sebenarnya sudah cukup murahsebesar 25% ke saya.

Seraya merapikan pakaiannya dicermin, dia mengetik di HP nya danmenyodorkannya ke saya : "Saya tidak ingin terus-terusan seperti ini.Suatu saat saya pasti akan berhenti sebelum saya berumur 25 tahun".

Kenapa tidak sekarang saja? "Saya sedang mengumpulkan modalusaha".

Salut dengan Anti yang tuna rungu ini, bagaimanapun jugasejelek-jeleknya kita memandangnya ternyata dia mempunyai kemauan untukbertobat. Tidak seperti para wanita lain sejenis ini yang karena "serbaenak" mereka keterusan dan susah untuk berhenti dari dunia ini.

"Mas, saya tahu pasti mas memandang rendah saya. Tidak apa-apa mas.Doakan saya. Maaf saya tidak bisa memberitahu nomor HP saya. Terima kasih, mas.Sukses untuk mas. Semoga di lain waktu kita bisa bertemu dalam keadaan yanglebih baik". Demikian tulisnya di layar ponsel androidnya sesaat sebelumsaya pulang.

Saya suka kalimat terakhirnya, "Semoga di lain waktu kita bisabertemu dalam keadaan yang lebih baik". Ini menunjukkan dia amat cerdasdan memang berniat untuk bertobat.

Semoga kisah Anti bisa menginspirasikan "teman-temannya" untukbertobat.

Doaku bersamamu, Anti, dimanapun kamu berada sekarang.


Follow On Twitter

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.